Pemindai sidik jari pertama kali
diperkenalkan empat tahun yang lalu, menjadi populer dalam waktu yang
relatif singkat. Bahkan hampir semua smartphone yang akan
dikirimkan tahun depan sudah mengadopsi fitur tersebut. Menurut
perusahaan riset Counterpoint, lebih dari satu miliar smartphone dengan sensor sidik jari akan dikirimkan pada tahun 2018.
Pemindai sidik jari yang dipopulerkan oleh Apple di model iPhone 5s telah diadopsi oleh setiap produsen smartphone. Samsung, Apple, dan Huawei menjadi yang terdepan di kalangan pembuat smartphone
dalam mendistribusikan perangkat dengan pemindai sidik jari. Pada
kuartal kedua 2017, yang berakhir pada bulan Juni, Samsung menduduki
daftar produsen ponsel dengan pengiriman 12 persen dari semua smartphone dengan sensor sidik jari. Apple dan Huawei masing-masing memiliki pangsa pasar 11 persen dan 8 persen.
Adopsi cepat pemindai sidik jari hadir saat pelanggan di seluruh dunia mulai menggunakan fitur seperti pembayaran mobile dan mobile banking. Tapi ada satu alasan lagi di balik adopsi ini. Pabrikan smartphone
Tiongkok semakin fokus mengembangkan pemindai sidik jari hingga
perangkat yang terjangkau pun sudah menawarkannya. Xiaomi misalnya sudah
membenamkan sensor sidik jari untuk Redmi 4 dengan banderol Rp2
juta-an.
“Kehandalan dari sensor sidik jari
menjadi masalah utama, karena sebagian besar sensor sidik jari kapasitif
dapat dengan mudah dipalsukan.Namun, dengan sensor sidik jari terbaru
yang memiliki deteksi jari langsung, atau menggunakan teknologi pengenal
sidik jari ultrasonik untuk membuat gambar sidik jari dalam format 3D,
berpotensi lebih aman dan bakal menjadi faktor pembeda berikutnya untuk
OEM, ” terang Neil Shah, direktur riset di Counterpoint.
via counterpointresearch.com
0 comments